Senin, 08 April 2013

10 Kebiasaan yang Merusak Pernikahan



Awalnya Anda mungkin tidak menyadari segala kegiatan yang Anda lakukan di depan suami Anda. Namun, Anda harus berhati-hati dalam bersikap karena bisa saja kebiasaan-kebiasaan buruk yang biasanya dimaafkan, justru bisa menjadi bumerang yang bisa menghancurkan pernikahan Anda.  Tak banyak orang yang menyadari bahwa beberapa kebiasaannya membuat hubungan dengan orang yang ia cintai menjadi berantakan. Ingin tahu kebiasaan apa saja? Menyalahkan orang lain memang lebih mudah ketimbang melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Tapi benarkah kegagalan hubungan berasal dari pasangan, atau jangan-jangan kebiasaan Anda penyebabnya. Berikut beberapa kebiasaan yang harus Anda hindari karena dapat berakibat buruk pada pernikahan!!!



Tahukah Anda bahwa perselisihan soal keuangan merupakan penyebab perceraian utama, bukan perselingkuhan atau perbedaan pendapat. Untuk itu, ada baiknya untuk terbuka soal keuangan. Susunlah perencanaan keuangan Anda berdua dengan pasangan. Jika ada masalah, jangan ragu juga untuk membicarakannya bersama.



Umur pernikahan bukan alasan untuk berhenti bersikap romantis. Romantisme adalah milik siapapun, muda atau tua. Untuk para orang dewasa, tentu saja bukan romantisme yang menggebu-gebu layaknya anak ABG yang harus ditampilkan. Tapi ucapan sederhana seperti 'Aku sayang kamu' untuk memulai dan menutup hari tentunya tak berlebihan bukan?



Merasa pasangan selalu membuat Anda kesal dengan sikap pelupanya, sikap cueknya juga kecerobohannya? Pernahkan Anda mengingatkan pasangan dengan bahasa dan tutur kata yang lembut tanpa emosi, ketimbang langsung marah, mengamuk dan menyulut pertengkaran berkepanjangan? Cobalah untuk tidak menyalahkan pasangan setiap saat. Jika memang ada kesalahan kecil yang dilakukannya, lebih baik ingatkan dia dengan tutur kata yang lembut. Tak ada gunanya bertengkar, karena hal itu tak akan mengubah apapun.



Jika memang ada hal yang harus dibicarakan, walau hingga harus bertengkar, tetap harus Anda hadapi. Pertengkaran juga merupakan salah satu cara untuk saling mengenal. Menahan emosi hanya akan menciptakan bom waktu dalam pernikahan Anda. Jika memang ada sesuatu yang menganjal, sebaiknya utarakan sebelum emosi Anda memuncak. Menahan emosi dengan keluar rumah dan melampiaskan kegalauan bersama teman atau sahabat juga tidak disarankan. karena dalam emosi yang tidak stabil, segala hal buruk bisa saja terjadi. Jika memang Anda dan pasangan tak bisa lagi menyelesaikan perselisihan, lebih baik minta bantuan orang ketiga yang sifatnya netral. Misalnya konsultan pernikahan.



Kadang pernikahan yang telah berjalan lama membuat Anda dan pasangan sudah saling mengenal secara menyeluruh. namun yang sering terlupakan adalah setiap manusia pasti mengalami perubahan. Mulai dari sikap, cita-cita, keinginan dan masih banyak lagi. Jangan buru-buru emosi saat merasa pasangan tak lagi seperti yang Anda kenali dulu. Coba diingat kembali, pernahkah Anda meluangkan waktu di sela kesibukan untuk sejenak mendengarkan kisahnya? Pernahkah Anda dengan sabar mendengarkan keluh kesahnya setiap ada masalah di kantor hanya untuk 10 menit saja? Jika jawabannya tidak, maka jangan heran jika secara tidak disadari, hubungan Anda dan pasangan semakin ada jarak. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki masa pacaran panjang atau lama.



Walau Anda dan pasangan sudah terikat janji di hadapan Tuhan dalam sebuah pernikahan, namun itu bukan alasan untuk berhenti bersolek dan memperhatikan penampilan diri. Berdandan demi suami Anda bukanlah hal yang salah. Senangkan hati pasangan Anda dengan menjadi wanita yang cantik jiwa juga raga.



Menghabiskan waktu berdua dengan teman-teman memang selalu menyenangkan. Tapi, jangan sampai Anda terlalu asyik menghabiskan waktu dengan teman-teman dan lupa menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Hal ini akan membuat keintiman hubungan Anda berkurang. Agar seimbang, Anda bisa mencoba membuat acara yang melibatkan pasangan dan teman-teman Anda beberapa pekan sekali.



Orang tua cenderung memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak. Hal ini menyebabkan perhatian kepada pasangan mulai berkurang. Mulai dari sekarang, coba seimbangkan antara perhatian yang Anda berikan kepada anak-anak dan perhatian yang Anda berikan kepada pasangan.



Rasa penasaran akan kehidupan mantan kekasih merupakan satu hal yang lumrah. Semua pasangan pasti pernah mengalaminya. Namun, jika Anda mulai berhubungan lagi dengan mantan kekasih Anda melalui Facebook, itu tandanya Anda sedang mencari sesuatu darinya. Kegagalan hubungan Anda dengan mantan kekasih Anda tentu disebabkan oleh suatu hal. Daripada menghabiskan waktu untuk berhubungan dengannya melalui Facebook, lebih baik Anda berusaha membuat kehidupan pernikahan Anda bahagia bukan?



Mungkin kesibukan yang padat sepanjang hari membuat Anda dan pasangan terlalu lelah untuk bercinta di malam hari. Menyisihkan waktu dan energi tentu saja tetap penting untuk dilakukan demi keberlangsungan hubungan. Anda dan pasangan dapat melakukannya di pagi hari sebelum beraktivitas, ataupun ketika sang buah hati sedang asyik bermain di Sabtu siang, saat Anda dan pasangan libur bekerja.

Sumber :
- http://id.she.yahoo.com/kebiasaan-yang-merusak-pernikahan.html
-http://wolipop.detik.com/read/2013/01/09/081914/2136830/854/jangan-lakukan-10-kebiasaan-buruk-ini-untuk-dapatkan-pernikahan-awet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar