Senin, 17 Juni 2013

PERILAKU ANTISOSIAL (SOSIOPAT)

Sosiopat merupakan perilaku antisosial. Ditandai dengan defisit emosi sosial seperti kurangnya rasa empati, tidak merasa bersalah, malu, atau menyesal. Ahli University of Tennessee Knoxville menyebut, sosiopat tidak memiliki rasa tanggung jawab moral dan hati nurani secara sosial. Sosiopat sering menciptakan skema untuk memanipulasi orang.

Mereka tidak pernah memperhatikan  konsekuensi yang dapat menimbulkan kerugian orang lain. Ini
merupakan salah satu reaksi dari sikap dinginnya yang menggambarkan kurangnya moral.

Yang terpenting bagi mereka adalah mewujudkan keinginan sendiri, meski harus merugikan orang
lain. Biasanya, mereka adalah orang-orang yang penuh kebohongan, antisosial, munafik, dan narsis.

Namun biasanya, sosiopat ‘dianugerahi’ dengan bakat-bakat menyenangkan. Selalu pintar bicara dan menarik perhatian. Dia bisa menjadi pribadi yang sangat lembut dan menghibur.

Untuk menjalankan aksinya dan mendapatkan yang diinginkan, para sosiopat memunculkan karakter idaman yang diinginkan semua orang. Diimpikan menjadi pasangan dan diidolakan sebagai sahabat.

Hingga kini, para ahli belum mengetahui apa penyebab seseorang bisa menjadi sosiopat. Namun
penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa anak tunggal memiliki risiko tinggi mengalaminya.

Penelitian yang melibatkan 20 ribu anak ini menemukan, mereka yang tumbuh tanpa hadirnya saudara kandung akan sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Ini bisa jadi awal berkembangnya’ sosiopat.

Gejalanya adalah kesulitan bergaul saat berada di lingkungan baru. Namun jika anak Anda terdapat
ciri-ciri ini, tidak perlu khawatir. Belum tentu mere ka sosiopat.

Bisa jadi anak itu hanya mengalami gangguan perilaku atau conduct disordersaja. “Mereka masih
dalam tahap perkembangan, kondisi itu masih bisa diperbaiki,” kata psikolog anak, Kasandra Putranto.

Cara Mengenali sosiopat

1. Amati Perilakunya
Sehari-hari, sosiopat tampak seperti orang yang tidak bermasalah. Bahkan sering kali kehidupan mereka terlihat sangat menyenangkan. Padahal bisa jadi, mereka sedang memanipulasi. Manipulasi yang umum dilakukan adalah dengan menipu termasuk berpura-pura menarik emosi korban.

2. Suka Menjatuhkan Orang
Perhatikan apakah ada rekan kerja yang gemar mengorbankan orang lain demi mencapai keinginannya. Karena tidak punya rasa empati, mereka tidak merasa bersalah melakukannya.

3. Cari Informasi
Jika Anda mencurigai ada rekan kerja memiliki tanda-tanda sosiopat, mulailah mencari informasi tentang dirinya. Termasuk memverifikasi cerita-ceritanya. Seorang sosiopat biasanya menyusun latar belakang rumit, mengembangkan nilai dan pengalaman mereka. Mereka selalu berusaha meyakinkan orang lain untuk memenuhi keinginan mereka.

4. Tak Punya Rasa Bersalah
Lihat bagaimana ekspresi mereka saat melakukan kesalahan. Rasa menyesal tidak selalu diungkapkan dengan kata maaf, tapi bisa saja lewat ekspresi. Seorang sosiopat biasanya akan bersikap dingin alias tanpa ekspresi. Ekspresi inilah yang sering ditunjukkan para sosiopat yang dihukum karena melakukan kejahatan.

5. Tes Psikologi
Jika sudah yakin, cobalah untuk mengajak rekan tersebut untuk melakukan tes psikologi. Dengan begitu akan diketahui pasti dan akan mendapatkan pengobatan terapi yang akan membantu mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar